Hal yang paling dirindukan selama pergi jauh dari kampung halaman atau sering disebut merantau adalah kumpul bareng keluarga.Saat di rumah segalanya serba praktis, perut lapar tinggal buka penutup di meja makan kalau pun tidak ada tinggal buka kulkas atau periksa laci dapur, minimal nemuin mi instan. Bangun tidur juga langsung ke kamar mandi, tiba-tiba kamar sudah rapi sendiri.Yang lebih keren lagi,tidak ada cerita baju kotor menumpuk di kamar, yang ada baju kotor langsung hilang di kutip sama mama.
Tapi, sampai kapan kamu bisa menikmati hidup yang seperti ini? Ketika segala kebutuhan sudah tercukupi, lalu merasa puas dan malas untuk menempa diri. Bukankah sebagai orang yang dewasa kamu layak diuji dan mengembangkan diri? Menjalani hidup yang gitu-gitu saja dan malas pergi kemana-mana justru menjadikan kamu malas dan manja. Tanpa sadar, kamu pasti akan melewatkan berbagai kesempatan yang tak akan kamu tahu kapan akan datang lagi.
Rumah dan segala kenyamanan yang ditawarkan justru ibarat racun, terus-terusan mengakrabinya sama halnya dengan bunuh diri. Saat mulai merasa nyaman dengan apa yang kamu miliki, segeralah beranjak meninggalkan zona nyamanmu. Salah satu cara yang bisa kamu pilih adalah pergi merantau. Di tempat baru nanti, kamu akan “dipaksa” untuk belajar hal-hal baru. Semakin berkembang dan meningkatkan kualitasmu sebagai seorang individu.
Merantau untuk bekerja atau melanjutkan pendidikan bukanlah perkara sederhana. Banyak hal yang harus dipikirkan matang-matang sebelum akhirnya mantap memilih pergi. Di perantauan, berbagai tantangan pun sudah menanti untuk dihadapi. Dan keputusan inilah yang bisa jadi mengubah arah hidupmu. Membuat berbagai perubahan di setiap sisi kehidupanmu.
Tapi, adakah yang harus ditakutkan dari sebuah perubahan? Adakah yang perlu dirisaukan ketika kamu meninggalkan zona nyaman demi menjemput kesuksesan? Berbahagialah kalian yang pernah atau sedang berjuang di perantauan.
Pergi merantau bukanlah pilihan yang luar biasa.Di luar sana ada banyak orang yang melakukan hal yang sama. Seorang temanmu yang berasal dari Aceh sengaja merantau ke surabaya demi bisa kuliah di kampus impiannya. Sementara, teman sebangkumu di SMA akhirnya memilih bekerja di JAKARTA lantaran berharap gaji yang tinggi dan kehidupan yang lebih baik
Daripada daerah asal, tanah perantauan bisa jadi lebih banyak menawarkan kesempatan. Di Pulau Jawa misalnya, ada deretan nama-nama kampus ternama yang jadi tujuanmu untuk menuntut ilmu. Di kalimantan atau papua misalnya, ada perusahaan-perusahaan yang menawarkan berbagai lowongan pekerjaan yang bisa kamu jajal. Selain itu, kota atau negara tujuan bisa jadi punya lebih banyak fasilitas yang menawarkan kemudahan bagi hidupmu.
Apa sih arti kebebasan menurutmu? Saat masih remaja, kamu mungkin merasa kebebasanmu direnggut ketika tak diijinkan keluar rumah saat Sabtu malam. Kamu kesal ketika tak diperbolehkan pergi travelling dengan teman-teman sekelasmu. Kamu pun merasa tak terima ketika dilarang punya pacar oleh orang tua, sedangkan teman-teman sebayamu hampir semuanya sudah punya pasangan.
Ketika akhirnya hidup sendiri di perantauan, makna kebebasan tak lagi terdengar sederhana. Meski tak ada orang tua yang selalu mengawasi kegiatanmu sehari-hari, kamu justru tak mau bertindak seenaknya. Di usia dewasa, kamu mengerti bahwa segala yang kamu lakukan harus bisa dipertanggungjawabkan. Meski tinggal sendiri dan bebas melakukan apa saja, kamu akan baik-baik memilah mana yang pantas dan tidak pantas dilakukan.
Yang unik nya.
Sering terjadi roaming pas kamu nongkrong sama temen-temen kampus. Mereka dengan asiknya ngobrol pakai bahasa daerah mereka sendiri, sementara kamu adalah pendatang dari pulau seberang yang sama sekali nggak ngerti apa yang mereka bicarakan. Ujung-ujungnya cuma bisa diam dan terkadang ikutan ketawa. Tapi kamu sebenarnya nggak tahu kamu ketawa tentang apa.
Tips
Janganlah egois tinggal di kosan. Berusahalah membaur dan bersosialisasi. Bantu bila ada yang kesulitan, asal nggak diminta ngelunasi hutang. Sampaikan selamat walau sekadar ucapan, saat ada teman yang sukses. Sekalipun ini adalah hal sepele, tapi inilah permulaan dari persahabatan dan juga bantuan di waktu kesulitan.







0 komentar:
Posting Komentar