Aceh memang dikenal sebagai daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia bahkan dunia. Berkat tanah yang subur dan cuaca yang sesuai membuat Aceh menghasilkan kopi yang diminati banyak orang di sekuruh dunia. Banyak sekali produk kopi yang berasal dari Aceh baik yang langsung diproduksi di Aceh maupun bahan mentahnya dari Aceh dan kemudian di produksi di daerah lain. Yang jelas kopinya, ya kopi Aceh.Produk kopi Aceh sudah menguasai wilayah pemasaran kopi Indonesia dengan nama dan label yang berbeda. Dan bahkan kopi Aceh juga sudah diekspor
ke bebagai negara di Eropa dan Asia Tenggara, dan ini artinya kopi Aceh memang memiliki taste yang berbeda dari kopi yang berasal dari daerah lain.
Berdasarkan fakta kopi Aceh sudah banyak di ekspor ke luar daerah dan luar negeri. Jadi bagi yang wisatawan ke Aceh ataupun yang mengunjungi Aceh wajib ngopi, kalau tidak juga bisa dikatakan rugi. Dan anda tidak perlu khawatir masalah warung kopi di Aceh. Karena Aceh memang tersebar warung kopi yang menyajikan kopi khas Aceh.
masyarakat Aceh punya budaya menyeruput kopi di sebuah warung kopi sambil bercengkerama dengan kerabat. Kegiatan berkumpul di warung kopi memang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat ACEH, malahan sudah membudaya. Banyak daerah di Indonesia memiliki budaya seperti ini dengan ciri khas masing-masing,salah satunya ya di Aceh.
Pelancong atau yang sering disapa (bule) yang datang ke Kota Banda Aceh, mestinya mencoba tiga menu kopi yang biasa ditawarkan di warung kopi di Banda Aceh, yakni kopi hitam, kopi sanger, dan kopi susu. Kopi hitam adalah kopi tanpa campuran hanya ditambah dengan gula. Kopi sanger dan kopi susu merupakan campuran kopi dan susu tapi ada bedanya. Susu di kopi sanger hanya sedikit dan ditambah sedikit gula. Sedangkan kopi susu, kopinya lebih sedikit dan tanpa gula.
Cara penyajian
Ada dua cara penyajian dari ketiga menu kopi itu, yang penuh dalam gelas seukuran 300-400 ml, dan biasa orang aceh menyebutnya kopi pancong (setengah gelas),Mirip gelas sloki.
Tapi tahukah Anda, ternyata orang Aceh, Banda Aceh khususnya, tidak terlalu suka dengan jenis kopi arabica. Kopi yang digunakan untuk meracik kopi-kopi itu dari jenis robusta. Arabica terlalu kental, menurut masyarakat Aceh.Semua kopi di sini tak ada yang dicampur dengan jagung muda, alias 100% made from fresh coffee bean.
Pasca gempa dan tsunami, ada dua wilayah di Kota Banda Aceh yang relatif tak mengalami kerusakan parah, yakni Ulee Kareng dan Beurawe. Salah satu warung kopi yang selamat dari terjangan tsunami berada di Ulee Kareng adalah Kopi Solong. Tempatnya menjadi tempat persinggahan bukan hanya bagi warga di Banda Aceh dan sekitarnya yang masih berduka namun juga bagi warga mancanegara yang sedang membantu di sana saat itu, Itulah awal mulanya kopi dan budaya ngopi di Aceh berkembang dan terkenal hingga seperti saat ini.
Yang datang ke warung kopi di pagi hari, selain orang-orang tua,para pekerja kantor yang hendak siap bekerja. Datanglah pada siang hari maka traveler bisa bertemu mulai dari mahasiswa, pekerja, pebisnis hingga birokrat, politikus dan tokoh masyarakat. Di malam hari, berbagai topik pembicaraan menjadi pokok pembicaraan yang di bahas dan bersama menyeruput kopi dalam suasana yang lebih santai,lebih asyiknya datang di waktu yang berbeda.Karena mungkin saja dari sinilah cerita perjalanan Anda berawal.
jadi kesimpulannya kalo anda ke Aceh jangan lupa untuk mampir ke keude kupi (kedai kopi/warkop).
Daftar nama keude kupi/warkop yang wajib anda kunjungi :
· Warung Kopi Solong (Jasa Ayah) Terletak di Jl. T Iskandar no 13-14a, Kec Ulee Kareng, Banda Aceh.
· Warung Kopi Cut Nun Terletak di Jl. T Iskandar, Kec Ulee Kareng, Banda Aceh
· Warung Kopi Rumoh Aceh Terletak di Jl. Rawa Sakti V 122B, Banda Aceh.
· Warung Kopi Dhapu Kupi di Simpang Surabaya
· Warkop SMEA di Lampineung
· Warung Kopi Forsilakubra di Lambhuk
· Bargendalz Coffee di Ulee Lhue
· Dan masih banyak lagi daftar keude kupi/warkop yang belum disebutkan.
“jika yang suci itu selalu yang bening,maka tak akan pernah ada kopi diantara kita”






0 komentar:
Posting Komentar